Saturday, August 6, 2011

Meyti Ngantun (34 th), Jayapura-Papua

Kanker Payudara
Saya seorang ibu rumah tangga asal Sulawesi Utara, sekarang mempunyai dua orang putra dan suami saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jayapura. Tiga tahun yang lalu pada waktu saya baru mempunyai anak pertama, saya mengalami gangguan kanker payudara di bagian sebelah kanan. Awalnya saya tidak begitu menaruh perhatian, tetapi lama-kelamaan saya mulai merasa terganggu karena mulai merasakan sakit. Lantas saya memeriksakan diri ke dokter internis dan divonis mengidap kanker payudara.


Oleh karena berkembang dengan cepat maka dokter mengajurkan supaya segera diangkat melalui operasi. Menurut dokter, itu satu-satunya jalan untuk mengatasinya. Saat itu saya sangat takut dan tidak siap untuk dioperasi. Saya berusaha mendapatkan obat-obat alternatif yang kata orang bisa menyembuhkannya. Namun, semuanya itu sia-sia dan penyakit saya makin berkembang dari waktu ke waktu sehingga kalau tersentuh saja rasanya sakit luar biasa.

Suatu ketika suamiku mendapat informasi dari teman kerja di kantor. Ia meminta kepada saya untuk mencoba meminum Sarang Semut dari Wamena. Katanya jamu tersebut sangat ampuh mengobati berbagai penyakit, termasuk tumor dan kanker. Saya pun mulai mencoba meminum Sarang Semut tersebut. Oleh karena saya bertekat mau sembuh maka saya rajin mengkonsumsi setiap hari sesuai takarannya, 3 kali sehari.

Tiga hari kemudian saya mulai merasa tidak begitu sakit lagi dan saya bertekad terus mengkonsumsinya. Seminggu kemudian rasa sakit sudah sangat berkurang dan benjolannya sudah agak lembek. Pada minggu ketiga di suatu pagi saya kaget dengan adanya cairan berwarna kekuning-kuningan keluar di atas puting saya dan cairan tersebut secara terus-menerus keluar dalam beberapa hari. Saya masih terus mengkonsumsi Sarang Semut agar bisa sembuh benar dan temyata luka lubang yang mengeluarkan cairan tersebut tertutup sendiri dan lukanya sembuh.

Saya sangat lega dan bahagia karena saya sudah merasa sembuh berkat Sarang Semut. Kesembuhan ini terasa hingga kini. Sudah beberapa tahun ini tidak ada masalah lagi hingga saya melahirkan anak kami yang kedua. Bahkan, produksi ASI saya lancar-lancar saja dan normal sebagaimana biasa.

No comments:

Post a Comment